Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap perilaku temper tantrum pada anak usia 4-6 tahun di Desa Senuro. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan beberapa orang tua yang memiliki anak usia dini, observasi langsung terhadap perilaku anak dalam lingkungan rumah, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kebiasaan penggunaan gadget anak sehari-hari. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dan tanpa pengawasan orang tua dapat menjadi pemicu utama munculnya perilaku temper tantrum. Anak-anak yang terbiasa bermain gadget dalam waktu lama cenderung menunjukkan reaksi emosional yang kuat, seperti menangis, berteriak, atau menunjukkan sikap agresif ketika gadget diambil atau penggunaannya dibatasi. Hal ini menunjukkan adanya ketergantungan terhadap gadget yang mengganggu perkembangan emosi anak. Selain itu, kurangnya interkasi sosial dan pengawasan dari orang tua dapat memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan gadget oleh orang tua sangat diperlukan untuk mencegah dan mengurangi intensitas temper tantrum pada anak usia dini.
Copyrights © 2025