Publish Date
30 Nov -0001
Desa Sibetan di Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, menghadapi tantangan dalam pengelolaan dataran tinggi yang digunakan sebagai setra adat. Wilayah ini rentan terhadap longsor dan kerusakan lahan akibat hujan deras, yang mengancam fungsi jalan dan kegiatan agama masyarakat. I Made Mustiawan, pemimpin masyarakat Desa Sibetan, mengakui pentingnya dukungan dari Universitas Warmadewa untuk memberikan solusi berkelanjutan. Dalam upaya pengabdian masyarakat, dilakukan survei awal pada 13 Februari 2024 untuk memahami kondisi geografis dan lingkungan desa. Survei mencakup pemetaan daerah rawan longsor, analisis kualitas tanah, dan identifikasi faktor risiko. Data ini menjadi dasar perencanaan dan pembangunan dinding penahan tanah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, penyuluhan akan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Program ini diharapkan memberikan solusi berkelanjutan dan dampak positif bagi masyarakat Desa Sibetan.
Copyrights © 0000