Kemiskinan di wilayah pesisir masih menjadi tantangan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur yang memiliki 22 Kabupaten/Kota pesisir dengan garis pantai sepanjang 3.498,12 Km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh blue economy dan penyerapan tenaga kerja terhadap tingkat kemiskinan di wilayah pesisir Jawa Timur periode 2019-2024. Masalah utama yang diteliti adalah tingginya angka kemiskinan di beberapa kecamatan pesisir seperti Lekok (18,7%), Kraton (17,9%), dan Nguling (16,5%) meskipun memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data panel dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Variabel yang dianalisis meliputi implementasi blue economy, tingkat penyerapan tenaga kerja di wilayah pesisir, dan persentase kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi blue economy dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor kelautan tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di wilayah pesisir. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebijakan pemerintah, kondisi cuaca, pendidikan, dan infrastruktur
Copyrights © 2026