Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Gender (IPG), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi di 34 provinsi di Indonesia selama periode 2015–2024. Dengan menggunakan metode regresi data panel melalui pendekatan Fixed Effect Model (FEM) serta data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran pembangunan manusia, kesetaraan gender, dan kondisi pasar tenaga kerja dalam mendukung kinerja ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPG dan IPM berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan TPT berpengaruh negatif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan pembangunan manusia memang berkontribusi terhadap pertumbuhan, namun belum cukup kuat di tingkat provinsi. Sebaliknya, tingginya tingkat pengangguran terbukti menekan pertumbuhan ekonomi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 49,47% mengindikasikan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan hampir setengah variasi pertumbuhan ekonomi antarprovinsi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan inklusif yang mengintegrasikan aspek kesetaraan gender, pembangunan manusia, dan perbaikan pasar tenaga kerja untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.
Copyrights © 2026