Studi kasus kualitatif ini mengevaluasi praktik manajemen infak berbasis komunitas melalui implementasi Program Taslima (Komunitas Peduli Yatim Duafa) oleh LAZISMU PRM Karanganyar. Program ini terbukti efektif dalam memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan akses pendidikan, dengan alokasi dana mencapai 37,9% untuk beasiswa. Namun, analisis mendalam menunjukkan adanya kendala signifikan pada aspek transparansi dan akuntabilitas (skor persepsi rata-rata 3,6) serta keberlanjutan program (skor terendah 3,4) yang disebabkan oleh sistem pelaporan yang masih sederhana. Penelitian ini berimplikasi pada adanya inkonsistensi antara dampak sosial yang tinggi dengan tata kelola internal yang rentan. Sebagai kebaruan, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem tata kelola infak berbasis digital dan kepatuhan terhadap standar akuntansi filantropi (PSAK 109) sebagai kunci untuk meningkatkan akuntabilitas, menjaga kepercayaan donatur, dan menjamin efektivitas manajemen infak berbasis komunitas di masa depan.
Copyrights © 2026