Prinsip biaya historis merupakan salah satu konsep dasar dalam akuntansi yang digunakan untuk menentukan nilai aset berdasarkan harga perolehan awalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip biaya historis sebagai dasar pengukuran aset dalam laporan keuangan, serta meninjau relevansi dan reliabilitasnya dalam konteks perkembangan standar akuntansi keuangan modern seperti IFRS dan PSAK 16. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik, jurnal ilmiah, dan standar akuntansi internasional yang membahas perbandingan antara biaya historis dan nilai wajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun biaya historis memiliki keunggulan dari sisi objektivitas, verifikasi, dan konsistensi, namun kelemahannya terletak pada kurangnya relevansi informasi ketika terjadi perubahan nilai ekonomi secara signifikan. Di sisi lain, pendekatan nilai wajar lebih mencerminkan kondisi ekonomi terkini tetapi memiliki potensi subyektivitas yang tinggi. Oleh karena itu, dalam praktik akuntansi modern, penggunaan biaya historis masih tetap dipertahankan terutama untuk aset tetap, dengan penyesuaian pengungkapan nilai wajar pada laporan tambahan sesuai dengan ketentuan IFRS. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara reliabilitas dan relevansi informasi keuangan dalam menentukan metode pengukuran aset, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman prinsip dasar akuntansi yang mendasari penyajian laporan keuangan yang andal dan transparan
Copyrights © 2026