Urgensi penelitian ini penting karena tingginya tingkat job insecurity, burnout, dan ketidakseimbangan work life balance dapat meningkatkan turnover intention pada karyawan generasi Z di perusahaan industri Jakarta Selatan, yang berisiko mengganggu kinerja dan stabilitas Perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh job insecurity, burnout, dan work life balance terhadap turnover intention karyawan generasi Z di perusahaan bidang industri di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119. 426 karyawan generasi Z yang bekerja di perusahaan bidang industri daerah Jakarta Selatan. Metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah pengambilan sampel dengan probability sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan menggunakan skala likert 6 titik, dengan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention karyawan, dimana hasil dari kuesioner tersebut menghasilkan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention yaitu job insecurity, burnout, dan work life balance. Hasil penelitian yaitu: (1) job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, artinya ketidakpastian pekerjaan karyawan tidak memengaruhi niat mereka untuk keluar; (2) burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sehingga semakin tinggi burnout, semakin besar keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, menjadikannya faktor penting yang harus diatasi; (3) work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, di mana keseimbangan kehidupan kerja yang baik dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar.
Copyrights © 2026