Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Permasalahannya Khotimah, Husna; Salsabila, Khairunnisa; Maharani, Anggun; Ananda, Riski
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 2 (2024): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v11i2.74397

Abstract

Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaku Peretasan Kartu Kredit (Carding) Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Taroreh, Erwin; Libriany Tuasikal, Andhini Satya; Khairunissa Gobel, Ayu Suci; Salsabila, Khairunnisa; Umilasari, Dinda
UNES Law Review Vol. 6 No. 3 (2024): UNES LAW REVIEW (Maret 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i3.1793

Abstract

Credit card hacking (carding) is a credit card fraud where the perpetrator knows someone's credit card number which is still valid for use, then the perpetrator can buy goods online where the bill can be addressed to the original owner of the credit card, while the perpetrator is called a carder.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN OWNER BAWANA KOPI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS DI YOGYAKARTA Khoirunisa, Elfiya; Falah, Afifah Dwi; Salsabila, Khairunnisa; Goring, Diana Kristati; Sari, Rini Eka
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i5.7865

Abstract

Perkembangan industri makanan dan minuman (FnB) di Indonesia, khususnya kedai kopi, menunjukkan pertumbuhan yang pesat, menggambarkan dinamisme dan responsif terhadap perubahan preferensi pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan owner Bawana Kopi dalam menghadapi persaingan bisnis di Yogyakarta. Dengan menerapkan desain studi kasus dan metode kualitatif, penelitian ini menggali bagaimana kepemimpinan tim dan strategi pemasaran yang gunakan untuk memperkuat loyalitas dan meningkatkan daya saing dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. Tahapan penelitian meliputi, pengumpulan data melalui wawancara dengan owner Bawana Kopi. Hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan owner Bawana Kopi adalah demokratis, ditandai dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, memposisikan diri sebagai bagian dari tim atau karyawan dan dapat bersikap tegas, walau memiliki keputusan sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk berkontribusi pada kepemimpinan dan pemasaran dalam konteks bisnis FnB dan memberikan wawasan praktis untuk mengembangkan strategi bisnis yang efektif.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP FASILITAS KOS DI KOTA YOGYAKARTA Khoirunisa, Elfiya; Salsabila, Khairunnisa; Esti Mustika Ayu P; Sari, Rini Eka
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v8i1.8439

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan pusat Pendidikan di Indonesia yang memiliki banyak mahasiswa untuk melanjutkan studinya. Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa, kebutuhan terhadap rumah kos semakin meningkat. Rumah kos menjadi pilihan utama mahasiswa karena menawarkan fasilitas, kemudahan akses ke kampus, dan menghemat waktu tempuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas kos di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuisioner yang mencakup aspek kenyamanan, kebersihan, keamanan, harga sewa, dan lokasi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa secara keseluruhan mencapai rata-rata 64%, dengan variasi kepuasan pada aspek fasilitas (72%), keamanan (63%), lokasi yang strategis (69%), dan harga sewa (70%). Penelitin ini menyimpulkan bahwa kualitas fasilitas, layanan, dan lingkungan sangat mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Oleh karena itu, disarankan agar pemilik kos terus meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan untuk memenuhi harapan mahasiswa.
Pelatihan Pemecahan Masalah Dan Pengambilan Keputusan Pada Rohis SMPN 2 Yogyakarta Hartosujono, Hartosujono; Khoirunisa, Elfiya; Salsabila, Khairunnisa; Ayu, Esti Mustika; Adventio, Jeremi; Guntur, Muhammad; Karim, Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1920

Abstract

Pemecahan masalah (problem solving) dan pengambilan keputusan (decision making) merupakan dua keterampilan dasar yang sangat penting dalam pengembangan kompetensi individu. Pemecahan masalah merupakan serangkaian proses kompleks yang melibatkan penggunaan keterampilan kognitif, pengalaman sebelumnya dan ingatan individu, serta pengetahuan umum tentang bagaimana dunia bekerja. Pengambilan keputusan berarti proses mengenali dan menetapkan pilihan solusi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kedua kemampuan ini menjadi sangat penting dalam konteks berorganisasi, dimana setiap individu diharapkan dapat menganalisis situasi dan mengambil tindakan yang tepat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan pengurus Rohis SMP Negeri 2 Yogyakarta melalui pelatihan yang terstruktur. Metode yang di gunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan melakukan ceramah dan presentasi secara langsung. Dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh peningkatan kemampuan yang signifikan terhadap pelatihan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan pada rohis SMPN 2 Yogyakarta
Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaku Peretasan Kartu Kredit (Carding) Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Taroreh, Erwin; Libriany Tuasikal, Andhini Satya; Khairunissa Gobel, Ayu Suci; Salsabila, Khairunnisa; Umilasari, Dinda
UNES Law Review Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i3.1793

Abstract

Credit card hacking (carding) is a credit card fraud where the perpetrator knows someone's credit card number which is still valid for use, then the perpetrator can buy goods online where the bill can be addressed to the original owner of the credit card, while the perpetrator is called a carder.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Strategi E-Bisnis Dalam Meningkatakan Penjualan Kopi Kenangan Saragih, Hewa Angriani; Widyana, Alda; Tarigan, Anggi Zahara; Salsabila, Khairunnisa; Nurbaiti, Nurbaiti
Journal of Student Development Information System (JoSDIS) Vol 6, No 1: JoSDIS | Januari 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/josdis.v6i1.8849

Abstract

This study aims to analyze the utilization of social media as an e-business strategy to increase sales at Kopi Kenangan. The research employs a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation. Interviews were conducted with a staff member at the Kopi Kenangan outlet on Jalan Pancing, Medan, as well as several active consumers as primary data sources. The findings indicate that social media functions mainly as a tool for information dissemination and branding rather than a primary driver of sales. The uploaded content tends to be informative and lacks interactivity, resulting in weak consumer engagement. Consumers more frequently learn about promotions through in-store banners or the application, while purchase decisions are influenced by personal needs, strategic store location, and direct in-store experience. This study recommends optimizing interactive content, visual storytelling, and digital collaborations to enhance the effectiveness of e-business strategies.
Pengaruh Job Insecurity, Burnout, dan Work Life Balance terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Z Perusahaan Bidang Industri di Jakarta Selatan Salsabila, Khairunnisa; Dara, Despinur; Handaru, Agung Wahyu
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.1049

Abstract

Urgensi penelitian ini penting karena tingginya tingkat job insecurity, burnout, dan ketidakseimbangan work life balance dapat meningkatkan turnover intention pada karyawan generasi Z di perusahaan industri Jakarta Selatan, yang berisiko mengganggu kinerja dan stabilitas Perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh job insecurity, burnout, dan work life balance terhadap turnover intention karyawan generasi Z di perusahaan bidang industri di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119. 426 karyawan generasi Z yang bekerja di perusahaan bidang industri daerah Jakarta Selatan. Metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah pengambilan sampel dengan probability sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan menggunakan skala likert 6 titik, dengan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention karyawan, dimana hasil dari kuesioner tersebut menghasilkan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention yaitu job insecurity, burnout, dan work life balance. Hasil penelitian yaitu: (1) job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, artinya ketidakpastian pekerjaan karyawan tidak memengaruhi niat mereka untuk keluar; (2) burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sehingga semakin tinggi burnout, semakin besar keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, menjadikannya faktor penting yang harus diatasi; (3) work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, di mana keseimbangan kehidupan kerja yang baik dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar.