Pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah pertama sering menghadapi hambatan substantif, khususnya pada materi himpunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru, peserta didik, dan materi dalam situasi didaktis serta mengidentifikasi learning obstacles berupa ontogenik, epistemologis, dan didaktis beserta faktor penyebabnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus didaktis. Subjek meliputi seorang guru matematika dan 26 peserta didik kelas VII B Putri SMP Mu’allimin Mu’allimat Kabupaten Cirebon. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik tiga soal uraian, wawancara tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman, sedangkan validitas dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kategori rendah mengalami hambatan ontogenik berupa kesalahan pada diagram Venn akibat lemahnya konsep prasyarat, peserta didik kategori sedang menghadapi hambatan epistemologis pada operasi himpunan, dan peserta didik kategori tinggi masih mengalami hambatan epistemologis ringan pada notasi pembentuk. Observasi kelas juga mengungkap hambatan didaktis dari guru berupa contoh terbatas dan kurangnya persiapan. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis didaktis untuk mendukung strategi pembelajaran variatif, memperkuat pemahaman prasyarat, serta pengembangan modul ajar yang lebih efektif.
Copyrights © 2025