Festival Gandrung Sewu merupakan salah satu kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Banyuwangi. Tari Gandrung yang ada pada festival ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Banyuwangi atas hasil panen melimpah yang mereka peroleh dari Dewi Sri atau Dewi pembawa rejeki. Seiring perkembangan jaman, nilai yang terkandung dalam kegiatan festival ini bukan hanya sekedar sebagai peringatan atas rasa syukur saja dan bukan lagi persoalan spiritualitas saja, melainkan terdapat nilai-nilai filosofis lain yang masih dijaga oleh para pelaku budaya di Banyuwangi. Lantas, bagaimana hierarki nilai yang terdapat pada festival ini? Penelitian ini disusun untuk mengetahui bagaimana hierarki nilai yang ada pada kegiatan tahunan di Banyuwangi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis, yang mana penulis mengumpulkan data akademik, kemudian kumpulan data ini di analisis menggunakan teori hierarki nilai Max Scheler. Hasil dari penelitian ini adalah festival Gandrung Sewu di Banyuwangi merupakan kegiatan yang menekankan pengalaman spiritual sebagai wujud rasa syukur. Menurut perspektif Max Scheler, festival Gandrung Sewu ini memiliki makna simbol dalam setiap kegiatannya dan mengandung empat hierarki nilai: nilai kenikmatan, nilai vitalitas, nilai spiritual, dan nilai kesucian.
Copyrights © 2025