Ekosistem bentik adalah komponen penting dalam ekosistem pesisir, sehingga perlindungannya sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ekosistem. Penelitian ini menyajikan analisis perbandingan pemetaan bentik di Kepulauan Pagai, Sumatera Barat, dengan fokus pada ekosistem bentik. Penelitian ini menggunakan dua sumber citra satelit yang berbeda: Allen Coral Atlas yang diperoleh dari satelit Dove milik Planet Labs dengan resolusi spasial 3-5 meter, dan citra Sentinel-2 dari program Copernicus ESA, dengan resolusi 10 meter. Data Allen Coral Atlas diproses menggunakan Google Earth Engine dan divisualisasikan dalam QGIS, sedangkan data Sentinel-2 diproses menggunakan Snap dan QGIS, mencakup periode yang sama dari tahun 2016-2020. Validasi in situ, berdasarkan data sekunder dari Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (KKP), mencakup data lapangan dari enam stasiun di Pagai Utara dan Pagai Selatan. Data ini digunakan untuk memvalidasi keberadaan lamun, mangrove dan karang dan mengidentifikasi spesies di habitat aslinya. Analisis mengungkapkan tingkat kesamaan yang tinggi antara peta dari kedua sumber, terutama dalam pemetaan habitat lamun. Namun, perbedaan dicatat di area yang dipengaruhi oleh tutupan awan dan dinamika sedimen, yang menyebabkan sedikit perbedaan hasil. Secara keseluruhan, perbandingan ini menyoroti keandalan kedua dataset untuk pemetaan bentik, menunjukkan bahwa penggabungan kedua data ini menyediakan data yang kuat untuk validasi lapangan dan penelitian ekologi lebih lanjut, terutama di lingkungan pesisir dinamis di Kepulauan Pagai.
Copyrights © 2025