Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sensitivity Analysis of Digital Elevation Model In The Use of Hydrological Applications Sahid, Sahid; Ihsan, Haikal Muhammad; Saefulloh, Muhammad Abia; Ulhaq, Wiedad Diya
Rekayasa Vol 17, No 2: Agustus, 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v17i2.22449

Abstract

Assessing DEMs is a critical step in hydrological applications to reduce uncertainties. This study assesses the uncertainty level of using several DEM products by comparing the derivation of watershed morphometric information in the form of hydrological boundaries, river flow networks, and meeting points between river networks. This research assessed three DEM products, namely SRTM, ASTER GDEM, and NASADEM, with the topographic map as reference data for product assessment. The evaluation is based on two criteria: DEM product assessment and morphometric extraction. The second criterion assessment compared river morphometry products from several parameters, including watershed area, river network density, and river network meetings. The analysis results showed that in the first criterion, the NASADEM product was the product with the closest RMSE and PBIAS values to the reference data. Further assessment of river morphometry products shows that the ASTER GDEM watershed area parameter has the closest area value. In the horizontal accuracy parameter of river network products, NASADEM has the smallest average error value. Furthermore, in the accuracy assessment in determining the meeting between tributaries and the main river and the density of river flow, SRTM is the closest compared to other DEM products. The vertical and horizontal accuracy of DEM must be considered before using in hydrologic applications.
Analisis Perbandingan Pemetaan Ekosistem Bentik Menggunakan Allen Coral Atlas dan Sentinel-2 di Kepulauan Pagai Nurdjaman, Susanna; Saefulloh, Muhammad Abia; Nur, Syarifudin
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 9 No 2 (2025): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v9i2.363710

Abstract

Ekosistem bentik adalah komponen penting dalam ekosistem pesisir, sehingga perlindungannya sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ekosistem. Penelitian ini menyajikan analisis perbandingan pemetaan bentik di Kepulauan Pagai, Sumatera Barat, dengan fokus pada ekosistem bentik. Penelitian ini menggunakan dua sumber citra satelit yang berbeda: Allen Coral Atlas yang diperoleh dari satelit Dove milik Planet Labs dengan resolusi spasial 3-5 meter, dan citra Sentinel-2 dari program Copernicus ESA, dengan resolusi 10 meter. Data Allen Coral Atlas diproses menggunakan Google Earth Engine dan divisualisasikan dalam QGIS, sedangkan data Sentinel-2 diproses menggunakan Snap dan QGIS, mencakup periode yang sama dari tahun 2016-2020. Validasi in situ, berdasarkan data sekunder dari Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (KKP), mencakup data lapangan dari enam stasiun di Pagai Utara dan Pagai Selatan. Data ini digunakan untuk memvalidasi keberadaan lamun, mangrove dan karang dan mengidentifikasi spesies di habitat aslinya. Analisis mengungkapkan tingkat kesamaan yang tinggi antara peta dari kedua sumber, terutama dalam pemetaan habitat lamun. Namun, perbedaan dicatat di area yang dipengaruhi oleh tutupan awan dan dinamika sedimen, yang menyebabkan sedikit perbedaan hasil. Secara keseluruhan, perbandingan ini menyoroti keandalan kedua dataset untuk pemetaan bentik, menunjukkan bahwa penggabungan kedua data ini menyediakan data yang kuat untuk validasi lapangan dan penelitian ekologi lebih lanjut, terutama di lingkungan pesisir dinamis di Kepulauan Pagai.