Kapitalisme, sosialisme, dan sistem ekonomi Islam masing-masing memiliki karakteristik dan orientasi nilai yang berbeda dalam mewujudkan keadilan dan efisiensi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif bagaimana ketiga sistem ini mengonseptualisasikan keadilan distributif dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing sistem dari perspektif etika dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengkaji sumber-sumber akademis, dokumen sejarah, dan studi kontemporer yang relevan dengan tema keadilan dan efisiensi. Temuan menunjukkan bahwa kapitalisme menekankan kebebasan pasar dan efisiensi melalui persaingan, namun seringkali menghadapi kritik karena menghasilkan disparitas pendapatan yang signifikan. Sosialisme mengupayakan distribusi yang adil melalui kendali negara atas sumber daya, meskipun seringkali menghadapi tantangan terkait efisiensi ekonomi. Sementara itu, sistem ekonomi Islam mengintegrasikan mekanisme pasar dengan prinsip-prinsip moral, keadilan distributif, dan regulasi berbasis Syariah untuk menjamin kesejahteraan dan meminimalkan ketimpangan. Kesimpulannya, ekonomi Islam menawarkan sintesis yang seimbang antara efisiensi dan keadilan melalui pendekatan yang etis dan moderat. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kerangka kerja sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025