Mahasiswa yang memiliki status sebagai pekerja menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan tuntutan peran ganda di bidang akademik, pekerjaan, dan kehidupan pribadi. Keseimbangan kehidupan-kerja atau work-life balance (WLB) merupakan salah satu faktor krusial yang secara signifikan dapat memengaruhi kesejahteraan dan keberhasilan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hubungan mahasiswa pekerja dalam mengelola work-life balance serta dampaknya terhadap kinerja akademik melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian relevan lainnya yang telah dipublikasikan dalam satu dekade terakhir. Analisis difokuskan pada sintesis temuan-temuan kunci dari berbagai sumber tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan utama yang telah terdokumentasi, seperti konflik peran dan risiko burnout, serta strategi koping yang digunakan, termasuk peran vital dukungan sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai dampak WLB terhadap kinerja akademik dan kesehatan mental mahasiswa, serta menawarkan implikasi praktis bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih suportif berdasarkan bukti-bukti empiris yang sudah ada. This study aims to examine in depth how working students manage their work-life balance and its impact on academic performance through a literature review. The method used is a systematic review of journal articles, books, and other relevant research published over the past decade. The analysis focuses on synthesizing key findings from these various sources. The results are expected to identify major documented challenges, such as role conflict and the risk of burnout, as well as coping strategies employed, including the vital role of social support. These findings are anticipated to provide insights into the impact of WLB on students’ academic performance and mental health, as well as offer practical implications for students and educational institutions in creating a more supportive environment based on existing empirical evidence.
Copyrights © 2026