Pada prakteknya penanaman pembiasaan atau budaya keagamaan di sekolah ini untuk memberikan bimbingan agar memiliki akhlak yang mulia. Dengan penanaman nilai-nilai keagamaan tersebut maka dapat menciptakan pembiasaan atau budaya kerja yang secara konsisten juga dapat memengaruhi cara berinteraksi. Walaupun pada kenyataannya seringkali terdapat penyimpangan yang disebabkan kurangnya pemahaman terhadap pelaksanaan budaya religius dan budaya kerja yang sudah berusaha diterapkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Budaya Religius terhadap Budaya Kerja Tenaga Kependidikan di Sekolah Islam Muhammadiyah Kecamatan Jatinangor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Berdasarkan hasil pengujian budaya religius memiliki hasil sebesar 4,4 dengan kategori tinggi. Hasil pengujian budaya kerja tenaga kependidikan sekolah memiliki hasil sebesar 4,3 dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya religius memiliki hubungan yang kuat dan signifikan yang dibuktikan melalui uji korelasi dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Kontribusi budaya religius dalam peningkatan budaya kerja tenaga kependidikan sekolah sebesar 61,1%. Hipotesis yang diajukan peneliti diterima yang dibuktikan dengan uji t dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Maka terdapat hubungan yang signifikan antara budaya religius dengan budaya kerja tenaga kependidikan di Sekolah Islam Muhammadiyah Kecamatan Jatinangor.
Copyrights © 2026