Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran fasilitas pendidikan di seluruh wilayah provinsi di Indonesia pada tahun 2024, mencakup jenjang mulai dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah hingga tingkat Perguruan Tinggi. Sumber data berasal dari Sakernas tahun 2024 yang dirilis oleh BPS sebagai sumber data utama. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan statistik deskriptif untuk melihat pola distribusi fasilitas pendidikan, serta memanfaatkan metode K-Means clustering guna membagi provinsi ke dalam kategori berdasarkan tingkat ketersediaan fasilitas tersebut. Hasil evaluasi menggunakan Davies-Bouldin Index mengindikasikan bahwa pemodelan dengan dua klaster memiliki tingkat pemisahan terbaik dengan nilai indeks 0,083, sementara model lima klaster memberikan pembagian wilayah yang lebih rinci dengan skor indek sebesar 0,088. Hasil analisis menunjukkan ketimpangan signifikan dalam akses pendidikan antarprovinsi dan antarjenjang, dengan fasilitas cenderung berkurang pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Provinsi di Pulau Jawa menunjukkan dominasi dalam jumlah fasilitas, sedangkan provinsi di Indonesia bagian timur masih menghadapi kekurangan. Penelitian ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan pemerataan pendidikan di Indonesia.
Copyrights © 2026