Media sosial telah menjadi sarana strategis dalam komunikasi publik, khususnya untuk membangun citra institusi pemerintahan yang transparan dan responsif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media sosial oleh Pemerintah Kota Makassar dalam membangun citra institusi pada awal periode kepemimpinan 2025–2029. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi unggahan media sosial resmi, wawancara mendalam dengan pengelola akun, dan dokumentasi digital. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola komunikasi, jenis konten, dan respons publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten partisipatif dan visual mendominasi interaksi, dengan kategori interaksi masyarakat memperoleh respons tertinggi dibandingkan informasi publik dan kampanye tematik. Strategi komunikasi yang menonjol meliputi humanisasi pemerintah, transparansi kegiatan, dan responsivitas terhadap publik. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai instrumen membangun legitimasi dan kepercayaan publik.
Copyrights © 2026