Mannitol Salt Agar (MSA) digunakan sebagai media selektif dan diferensial untuk isolasi Staphylococcus aureus Salah satu komponen utama MSA adalah pepton yang berfungsi sebagai sumber nitrogen dan nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan bakteri. Pepton komersial memiliki harga yang relatif mahal dan umumnya masih bergantung pada impor. Pepton dapat diperoleh dari bahan alam yang kaya protein. Limbah udang memiliki kandungan protein tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber nutrisi alternatif bagi pertumbuhan bakteri, jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh, serta merupakan limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi limbah udang sebagai bahan alternatif pengganti pepton dalam media MSA. Metode penelitian true eksperiment dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 26 Mei 2025 di Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Makassar. Pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan kriteria. Limbah udang diolah menjadi pepton melalui proses hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain. Pepton hasil hidrolisis kemudian diformulasikan ke dalam media alternatif MSA dengan 3 variasi konsentrasi yaitu 0,5%, 0,75%, dan 1%. Efektivitas Media Alternatif MSA diuji menggunakan biakan murni Staphylococcus aureus dengan MSA komersil sebagai kontrol uji. Pengulangan sebanyak 3 kali dilakukan pada setiap perlakuan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Alternatif MSA yang diformulasikan dengan pepton dari limbah udang mampu mendukung pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan Jumlah rata-rata koloni 209x10-1 CFU/mL pada media alternatif MSA konsentrasi 1%, 231x10-1 CFU/mL pada media alternatif MSA konsentrasi 0,75%, 233x10-1 CFU/mL pada media alternatif MSA konsentrasi 0,5% dan 250x10-1 CFU/mL pada MSA Kontrol. Limbah udang berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti pepton pada media MSA yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025