Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan dengan prospek pengembangan yang baik di Kalimantan Barat, terutama pada tanah aluvial yang kaya endapan mineral dan mendukung pertumbuhan tanaman. Triakontanol sebagai ZPT diketahui berpotensi meningkatkan produktivitas melalui stimulasi pertumbuhan akar, sedangkan pupuk NPK menyediakan nutrisi esensial bagi perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi triakontanol dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak dari 26 Agustus–17 Oktober 2024 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga taraf triakontanol (0,01; 0,03; 0,05 ppm) dan tiga dosis NPK (200; 400; 600 kg/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, komponen hasil, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara triakontanol dan NPK terhadap tinggi tanaman 7 MST, berat polong, dan berat 100 biji. Triakontanol berpengaruh terhadap tinggi tanaman 6 MST, sedangkan NPK berpengaruh terhadap umur berbunga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi perlakuan tertentu mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau pada tanah aluvial serta memberikan kontribusi dalam pengelolaan pemupukan dan penggunaan ZPT pada budidaya kacang hijau.
Copyrights © 2026