Kerupuk ikan adalah jenis makanan ringan yang dibuat dengan bahan utama pati dan dikonsumsi masyarakat sebagai cemilan dan juga sebagai lauk pelengkap pada menu utama masyarakat di Indonesia. Proses pembuatan kerupuk memerlukan pengeringan yang umumnya masih dilakukan dengan penjemuran sinar matahari sehingga membutuhkan waktu lama dan adanya risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK) dalam meningkatkan produktivitas UMKM kerupuk ikan melalui aspek teknis dan kelayakan ekonomi. Penelitian dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan percobaan langsung dan perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan pada pengering ERK lebih tinggi dibandingkan penjemuran dengan rata-rata 37,9 oC dibandingkan 35,5 oC. Kondisi ini mempercepat waktu pengeringan hingga 12,5% dengan kadar air ≤ 11% tercapai dalam 3,5 jam dengan penggunaan pengering ERK. Analisis finansial menunjukkan biaya pokok pengeringan sebesar Rp 16.164/kg dengan nilai NPV positif Rp 12.286.195, rasio B/C sebesar 1,17, dan Payback Period 0,65 tahun sehingga alat pengering ERK dinilai layak untuk digunakan sebagai alternatif teknologi pengeringan pada skala UMKM.
Copyrights © 2026