Perikanan gurita merupakan salah satu sektor perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, memiliki potensi besar dalam pengelolaan perikanan gurita, namun menghadapi tantangan keberlanjutan akibat tekanan penangkapan yang tinggi, perubahan lingkungan, serta kelemahan dalam regulasi dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha perikanan gurita di Kabupaten Kaur berdasarkan lima dimensi: ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) dengan Rapid Appraisal for Fisheries (Rapfish) untuk mengevaluasi indeks keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial berada dalam kategori cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi teknologi tidak berkelanjutan dan dimensi kelembagaan kurang berkelanjutan. Faktor utama yang mempengaruhi keberlanjutan perikanan gurita mencakup penggunaan alat tangkap, kebijakan pengelolaan, peran lembaga, serta akses nelayan terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih efektif, termasuk peningkatan pengawasan, diversifikasi usaha nelayan, serta edukasi dan pemberdayaan komunitas lokal untuk meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan gurita.
Copyrights © 2025