Integrasi teknologi dalam pembelajaran terus berkembang seiring munculnya perangkat digital, platform daring, serta teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan media imersif. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi di sekolah masih didominasi praktik pada level Passive dan Replace, sementara penggunaan kreatif dan transformasional masih jarang terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi penggunaan teknologi dalam pembelajaran berdasarkan PICRAT Matrix dengan menelaah refleksi guru mengenai pengalaman mereka menggunakan teknologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis jawaban reflektif guru terhadap kategori PICRAT. Hasil penelitian sejalan dengan temuan global bahwa guru lebih banyak berada pada posisi Passive–Replace dan Amplify–Interactive, dipengaruhi oleh dukungan profesional, konteks sekolah, serta kesiapan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi masih bersifat substitutif dan penguat praktik tradisional, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk mendorong integrasi teknologi yang lebih kreatif dan transformasional.
Copyrights © 2025