Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Lesson Plan Berbasis Pendekatan Deep Learning Hilya Aeni, Lisda; Fatharani, Mirra; Alfina Cahyani, Izza; Syehani, Rahmat
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.443

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Lesson Plan Berbasis Pendekatan Deep learning” ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di sekolah-sekolah mitra CSI Education dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa guru baru memahami joyful, mindful, dan meaningful learning secara umum, namun belum mengintegrasikan empat elemen utama deep learning, yaitu learning environment, pedagogical practices, leveraging digital, dan learning partnership. Hal ini berdampak pada kemampuan guru dalam menyusun lesson plan dan asesmen pembelajaran yang komprehensif dan selaras dengan tujuan deep learning. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan melalui kombinasi pembelajaran asinkron berbasis LMS dan pertemuan sinkron berupa workshop, diskusi reflektif, microteaching, serta pendampingan individual. Solusi yang ditawarkan meliputi penguatan pemahaman konseptual, lokakarya penyusunan lesson plan berbasis deep learning, perancangan asesmen yang mendukung proses dan hasil belajar, serta pembentukan Teacher Learning Community sebagai wadah kolaborasi berkelanjutan. Luaran utama program adalah tersusunnya lesson plan berbasis deep learning yang siap diimplementasikan, meningkatnya pemahaman dan keterampilan guru, dokumentasi dan publikasi kegiatan, serta terbentuknya komunitas guru yang reflektif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran mendalam di sekolah mitra.
Redesain MOOC Teknologi Kinerja Berbasis ADDIE: Validasi Kelayakan Pedagogis dan Media Aprilia Ghifari Faizatun Ni'mah; Cahyani , Izza Alfina; Aeni, Lisda Hilya
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.082.10

Abstract

The growing demand for flexible, high-quality learning experiences has positioned MOOCs as a strategic response to postgraduate education needs. However, many MOOCs remain limited in interactivity and contextual relevance. This study presents a redesign of a MOOC for a graduate-level Human Performance Technology (HPT) course, developed using the first three stages of the ADDIE model: analysis, design, and development. The process integrated structured content, communicative media, and learner-centered design principles grounded in objectivist-individual and humanistic learning theories. Feasibility was evaluated through expert validation and user trials using a weighted Likert-scale instrument. Results indicated high feasibility scores: 92.17% from content experts, 75.00% from media experts, and 96.56% from users. While the MOOC was deemed pedagogically and technically sound, minor revisions were recommended. This study reinforces the AECT (2004) definition of educational technology as an ethical practice of facilitating learning and improving performance, and contributes to the advancement of theory-driven, competency-based MOOC design.
Renaisans Pembelajaran Abad 21: MOOC Meningkatkan Inklusivitas dan Kualitas Pembelajaran Digital Cahyani, Izza Alfina; Aeni, Lisda Hilya; Ni’mah, Aprilia Ghifari Faizatun; Fatharani, Mirra
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.082.09

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan, yang dapat digambarkan sebagai sebuah 'renaisans'. Berfokus pada pengembangan kemampuan krusial seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan literasi digital. Dalam konteks ini, Massive Open Online Course muncul sebagai inovasi kunci yang merevolusi pendidikan tradisional dengan menawarkan akses belajar yang luas, fleksibel, dan asinkron melalui platform digital. Artikel ini menganalisis peran MOOC sebagai pendorong utama dalam kebangkitan pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam meningkatkan inklusivitas dan kualitas pembelajaran digital. Berdasarkan kajian literatur sistematis (2013-2025), MOOC terbukti efektif memperluas akses pendidikan dan mendorong kemandirian belajar. Namun, ada kendala seperti motivasi peserta, interaksi sosial, dan infrastruktur teknologi. Kesenjangan penelitian mencakup minimnya studi empiris tentang keterlibatan dan retensi peserta MOOC di negara berkembang, serta integrasi AI untuk mengatasi kesenjangan pencapaian. Sebagai solusi, diusulkan model pembelajaran hibrida yang menggabungkan elemen asinkron dengan interaksi aktif berbasis AI untuk meningkatkan inklusivitas dan kualitas pembelajaran.
Analisis Posisi Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Berdasarkan PICRAT Matrix Hilya Aeni, Lisda; Ghifari Faizatun Ni'mah, Aprilia; Alfina Cahyani, Izza; Fatharani, Mirra
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.082.11

Abstract

Integrasi teknologi dalam pembelajaran terus berkembang seiring munculnya perangkat digital, platform daring, serta teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan media imersif. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi di sekolah masih didominasi praktik pada level Passive dan Replace, sementara penggunaan kreatif dan transformasional masih jarang terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi penggunaan teknologi dalam pembelajaran berdasarkan PICRAT Matrix dengan menelaah refleksi guru mengenai pengalaman mereka menggunakan teknologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis jawaban reflektif guru terhadap kategori PICRAT. Hasil penelitian sejalan dengan temuan global bahwa guru lebih banyak berada pada posisi Passive–Replace dan Amplify–Interactive, dipengaruhi oleh dukungan profesional, konteks sekolah, serta kesiapan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi masih bersifat substitutif dan penguat praktik tradisional, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk mendorong integrasi teknologi yang lebih kreatif dan transformasional.
Reinvensi Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring Mirra Fatharani; Izza Alfiana Cahyani; Lisda Hilya Aeni; Aprilia Ghifari Faizatun Ni'mah
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.091.04

Abstract

Pembelajaran daring telah menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi, namun tantangan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya keterlibatan mahasiswa yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dimensi keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring melalui tinjauan sistematis literatur dengan berfokus pada dimensi keterlibatan, faktor‑faktor yang memengaruhinya, serta strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan basis data Scopus terhadap artikel empiris yang diterbitkan pada periode 2018–2026 dan relevan dengan pembelajaran daring formal di pendidikan tinggi. Analisis dilakukan dengan berlandaskan kerangka student engagement pada level microsystem, yang memandang keterlibatan mahasiswa sebagai hasil interaksi langsung antara mahasiswa, dosen, materi pembelajaran, dan teknologi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring bersifat multidimensional, mencakup dimensi kognitif, perilaku, emosional, dan sosial. Faktor individual, pedagogis, teknologi, dan lingkungan terbukti memengaruhi setiap dimensi secara berbeda, sementara strategi berbasis desain instruksional yang adaptif dan interaksi bermakna menjadi kunci peningkatan keterlibatan mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi reinvensi pembelajaran daring di pendidikan tinggi.