Fenomena thrifting semakin berkembang di kalangan Generasi Z dan dipengaruhi oleh kemajuan digital, perubahan sosial, serta meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan. Namun, praktik ini tidak selalu berdampak positif, sebab konsumsi berlebihan dan masuknya pakaian bekas impor berpotensi menambah beban limbah tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mendorong Generasi Z melakukan thrifting, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan serta menganalisis upaya pemerintah dan Generasi Z dalam menangani dampak yang timbul akibat kegiatan thrifting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pembeli Generasi Z, pelaku usaha thrift, dan perwakilan Yayasan Gita Pertiwi, serta diperkuat dengan dokumentasi lapangan. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ekonomi, pengaruh media sosial, dan interaksi sosial merupakan faktor utama yang mempengaruhi kegiatan thrifting. Meski mampu memperpanjang masa pakai, thrifting juga berkontribusi pada peningkatan limbah tekstil akibat barang impor yang tidak terserap pasar. Penelitian menyimpulkan bahwa thrifting berpotensi mendukung konsumsi berkelanjutan apabila didukung dengan kesadaran lingkungan, penguatan regulasi, dan edukasi publik mengenai penggunaan pakaian yang bertanggung jawab.
Copyrights © 2025