Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya adab dan sopan santun di kalangan siswa, yang menjadi indikasi pentingnya pembentukan karakter Islami. Dalam konteks ini, guru teladan memainkan peran krusial. MI Muhammadiyah 02 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran-Lamongan menjadi fokus studi karena upaya mereka dalam menginternalisasi nilai-nilai agama untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru teladan dalam membentuk karakter Islami siswa, mengidentifikasi metode pembentukan karakter yang diterapkan, serta mengevaluasi efektivitasnya, terutama dalam menumbuhkan kembali adab dan sopan santun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian di MI Muhammadiyah 02 menunjukkan beberapa temuan kunci. Pertama, perencanaan peran guru teladan sangat terstruktur, berlandaskan visi madrasah untuk membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia, dengan kriteria guru mencakup aspek pedagogik, profesionalisme, dan akhlak. Implementasi ini terwujud melalui keteladanan konsisten guru dalam disiplin, tutur kata, serta perhatian personal, didukung pembiasaan ibadah dan integrasi nilai Islami secara sistematis. Kedua, guru menanamkan nilai-nilai karakter menggunakan pendekatan holistik dan berpusat pada siswa, terutama dengan metode Uswatun Hasanah (keteladanan), diperkuat pemberian reward dan punishment edukatif, serta pendekatan personal. Ketiga, evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada ibadah, sopan santun, kejujuran, dan kemandirian siswa, membuktikan internalisasi nilai. Madrasah pun berkomitmen pada pengembangan program dan kerja sama orang tua demi mencetak lulusan berakhlakul karimah.
Copyrights © 2026