Gulma merupakan bagian dari organisme pengganggu tanaman (OPT), yang memiliki dampak signifikan terhadap penurunan produksi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica L.) dan ekstrak babadotan (Ageratum conyzoides L.) serta menentukan konsentrasi kombinasi ekstrak yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan gulma Digitaria sanguinalis L. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jenis ekstrak yang digunakan berasal dari dua jenis tumbuhan yaitu ekstrak alang-alang dan ekstrak babadotan dengan 7 perlakuan K+ (100% herbisida komersil Promoquat 276 SL), K- (100 % air), P1 (75% Alang-alang + 25% babadotan), P2 (50 % alang-alang + 50 % babadotan), P3 (25 % alang-alang + 75 % babadotan), P4 (100 % alang-alang), dan P5 (100 % babadotan) dengan 4 kali pengulangan. Hasil perlakuan menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak alang-alang dan babadotan P3 (25% alang-alang + 75% babadotan) berpengaruh secara signifikan dalam menghambat pertumbuhan gulma pada parameter tinggi (10.500 cm), jumlah daun (2.25), bobot basah (0.004825 g) dan bobot kering (0.001900 g). Senyawa alelokimia yang terdapat dalam ekstrak berkontribusi terhadap penghambatan pertumbuhan gulma, sehingga kombinasi ekstrak alang-alang dan babadotan dapat dijadikan alternatif pengendalian gulma yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2025