Penelitian ini mengkaji gerakan literasi Rumah Dunia sebagai manifestasi perlawanan sipil terhadap hegemoni dinasti politik di Kota Serang, Banten. Dominasi dinasti Ratu Atut Chosiyah yang mengakar kuat telah menciptakan stagnasi demokrasi dan pembungkaman partisipasi publik, memunculkan urgensi untuk memahami bagaimana gerakan kultural mampu menantang struktur oligarki. Mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini membedah data hasil wawancara mendalam dan dokumentasi menggunakan kerangka teori gerakan sosial Sidney Tarrow. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (a) Rumah Dunia berhasil membangun solidaritas dan identitas kolektif menjadikan literasi kritis sebagai instrumen perlawanan; (b) strategi resistensi dijalankan melalui ruang diskursus publik dan jurnalisme warga meski dihadapkan pada intimidasi represif; serta (c) gerakan ini berkontribusi signifikan dalam mendelegitimasi moral dinasti politik pada Pilkada 2018. Penelitian ini menegaskan peran vital komunitas literasi sebagai benteng kewarganegaraan dalam merawat demokrasi lokal.
Copyrights © 2025