Pemeriksaan jumlah trombosit secara manual masih menjadi metode yang dapat diandalkan, terutama untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan automatic yang dicurigai kurang akurat. Namun, hasil pemeriksaan manual dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi penyakit pasien. Salah satu kondisi yang mungkin berpengaruh adalah eritropenia, terutama terkait metode perhitungan eritrosit tidak langsung. Meski demikian, pengaruh eritropenia terhadap keandalan pemeriksaan trombosit secara manual dan dampaknya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil hitung trombosit menggunakan metode manual langsung kamar hitung, metode manual Fonio, dan metode automatic (hematology analyzer) pada sampel eritropenia. Penelitian dilakukan pada 11 sampel darah eritropenia yang dipilih secara purposive sampling dan jumlah trombosit pada seluruh sampel dilakukan menggunakan 3 metode yang berbeda. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan p=<0,001, dengan rerata tertinggi pada metode automatic (302.000 sel/µL), kemudian diikuti metode langsung (254.000 sel/µL), dan jumlah terendah pada metode tidak langsung (134.032 sel/µL). Uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan hanya terjadi antara metode manual Fonio dengan metode manual kamar hitung dan automatic. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode automatic dan manual secara langsung memberikan hasil yang lebih dapat diandalkan dibandingkan metode tidak langsung, karena metode tidak langsung bergantung pada jumlah eritrosit.
Copyrights © 2025