Masokan: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025

GEREJA DAN KESEHATAN MENTAL PEMUDA DI KAWASAN INDUSTRI

Pasoa, Christin Natalia (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2025

Abstract

This study aims to examine the church's role in addressing mental health challenges faced by Christian youth working in industrial zones, particularly in the nickel mining area of Morowali. Using a qualitative, phenomenological paradigm, data were gathered through in-depth interviews with four young people and a church leader from the Eben-Haezer Solonsa Congregation. The theoretical foundation relies on practical theology, which views the church as a healing community. The findings show that industrial youth workers often experience ongoing psychological stress due to work demands, economic pressures, and disconnection from the church community. Despite the existence of local churches, their pastoral responses are usually liturgically focused and do not fully meet the emotional and spiritual needs of the youth. Consequently, many feel spiritually unsupported and mentally drained. This study recommends that churches in industrial areas develop tailored pastoral approaches that prioritize mental health and offer safe spiritual spaces for youth coping with the realities of industrial work. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran gereja dalam merespons tantangan kesehatan mental yang dialami oleh pemuda Kristen yang bekerja di kawasan industri, khususnya di wilayah pertambangan nikel Morowali. Dengan menggunakan metode kualitatif berparadigma fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat orang pemuda dan satu pelayan gereja dari Jemaat Eben-Haezer Solonsa. Landasan teori yang digunakan adalah teologi praktis yang memandang gereja sebagai komunitas penyembuh. Temuan menunjukkan bahwa pemuda yang bekerja di sektor industri mengalami tekanan psikologis kronis akibat tuntutan kerja, beban ekonomi keluarga, serta keterputusan dari komunitas gereja. Meskipun gereja hadir secara institusional, respons pastoral yang diberikan cenderung berfokus pada liturgi dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan emosional dan spiritual pemuda. Akibatnya, banyak dari mereka merasa tidak mendapatkan dukungan rohani yang memadai dan mengalami kelelahan mental. Penelitian ini merekomendasikan agar gereja-gereja di wilayah industri mengembangkan pendekatan pastoral yang kontekstual dan berorientasi pada kesehatan mental, serta menyediakan ruang aman secara spiritual bagi pemuda yang menghadapi realitas kerja industri.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ojsdatamasokan

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Health Professions Other

Description

Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Masokan dalam Bahasa Toraja artinya anugerah atau kemurahan, dapat juga diartikan sebagai kebaikan. Konsepnya, pengetahuan dimaknai sebagai anugerah atau kemurahan yang diberikan Allah kepada manusia, agar manusia dapat ...