Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba) oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batu melalui perspektif Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengambil studi kasus komparatif di Desa Junrejo dan Kelurahan Temas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa Bersinar efektif memperkuat ikatan sosial masyarakat melalui elemen attachment, commitment, involvement, dan belief. Namun, ditemukan disparitas keberhasilan yang signifikan: di Desa Junrejo, program berjalan efektif berkat sinergi antara BNNK dan perangkat desa; sementara di Kelurahan Temas, program mengalami stagnasi akibat resistensi birokrasi lokal yang bermanifestasi dalam bentuk penolakan transparansi data kerawanan wilayah. Penelitian ini menyimpulkan adanya "patologi birokrasi" di tingkat tapak yang melumpuhkan fungsi kontrol sosial institusional. Rekomendasi strategis yang ditawarkan mencakup rekalibrasi mekanisme seleksi wilayah berbasis pakta integritas kepemimpinan serta pelembagaan kontrol sosial melalui Peraturan Desa (Perdes) P4GN.
Copyrights © 2025