Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Toleransi Sosial Dalam Tinjauan Agama Di Perkotaan Minoritas Muslim : Studi Kasus Di Kota Denpasar, Bali divanda, dinda; fazhitya, elvina nuzu; fani agustin, Nuril eka; rizkyan syah, mochamad andika; shodiq, mohammad
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.1169

Abstract

Bali dikenal dengan keindahan alam dan kaya akan budaya. Kearifan lokal berupa tradisi sebagai bagian dari toleransi sosial dengan mencakup sikap saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada dalam masyarakat termasuk perbedaan budaya dan tradisi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kesadaran pentingnya toleransi sosial di perkotaan khususnya pada penduduk minoritas beragama Islam. Jurnal artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode library research / literatur review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat minoritas Islam di Denpasar, Bali bisa hidup berdampingan dan mampu melakukan adaptasi dengan agama mayoritas Hindu dengan melakukan beberapa akulturasi budaya dan tradisi lokal. Meskipun menghadapi beberapa tantangan sebagai agama minoritas, masyarakat muslim bisa menjaga identitas keagamaannya. Tradisi Ngejot dan Magibung menjadi cerminan toleransi dan harmonisasi antar umat beragama.
Transformasi Fungsi Platform WhatsApp Sebagai Media Dakwah Di Era 5.0 divanda, dinda
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.1226

Abstract

Tujuan mendeskripsikan transformasi fungsi platform WhatsApp sebagai media dakwah di era 5.0. Sehingga memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana WhatsApp telah beradaptasi dan berfungsi untuk penyebaran pesan dakwah, metode wawancara mendalam dengan pengguna WhatsApp. Observasi Partisipasi dengan mengamati interaksi dalam grup WhatsApp yang digunakan untuk berdakwah. Analisis konten dengan menganalisis pesan, gambar, dan video yang dipublikasikan di WhatsApp untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis materi terkait penggunaan WhatsApp sebagai media dakwah. Hasil menunjukkan Teori Parsons, WhatsApp berfungsi sebagai alat untuk memperkuat integrasi sosial di kalangan komunitas Muslim. Pesan dakwah yang disebarkan melalui WhatsApp tidak hanya mengedukasi tetapi juga membangun solidaritas antar anggota komunitas. Dengan adanya fitur baru ini, proses dakwah menjadi lebih efisien dan cepat. Informasi dapat disebarkan secara luas dalam waktu singkat, yang menciptakan perubahan dalam cara masyarakat menerimanya, kita dapat melihat perubahan dalam cara orang berinteraksi dan menyebarkan informasi keagamaan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi norma dan nilai dalam masyarakat. Sejalan dengan pandangan Durkheim bahwa perubahan dalam cara individu berinteraksi dapat mengubah struktur sosial secara keseluruhan. Kesimpulan penelitian yaitu pendekatan dakwah yang dilakukan mengalami perkembangan. WhatsApp bukan hanya sekedar aplikasi pesan tetapi juga menjadi media penting dalam menyebarkan dakwah di era digital yang semakin maju. WhatsApp telah beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dakwah. Penyampaian dakwah melalui fitur WhatsApp Channel dinilai efektif karena memberikan kemudahan bagi individu untuk menerima pesan-pesan agama sesuai dengan kenyamanan mereka. Dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi Z yang lebih aktif di platform digital. Hal ini menciptakan peluang untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan ajakan kepada kebaikan secara lebih efektif.
"Desa Bersinar" dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika: Program Unggulan Badan Narkotika Nasional Kota Batu Divanda, Dinda; Setianingsih, Dwi
Jurnal PUBLIQUE Vol 6 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2025.6.2.211-231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba) oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batu melalui perspektif Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengambil studi kasus komparatif di Desa Junrejo dan Kelurahan Temas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa Bersinar efektif memperkuat ikatan sosial masyarakat melalui elemen attachment, commitment, involvement, dan belief. Namun, ditemukan disparitas keberhasilan yang signifikan: di Desa Junrejo, program berjalan efektif berkat sinergi antara BNNK dan perangkat desa; sementara di Kelurahan Temas, program mengalami stagnasi akibat resistensi birokrasi lokal yang bermanifestasi dalam bentuk penolakan transparansi data kerawanan wilayah. Penelitian ini menyimpulkan adanya "patologi birokrasi" di tingkat tapak yang melumpuhkan fungsi kontrol sosial institusional. Rekomendasi strategis yang ditawarkan mencakup rekalibrasi mekanisme seleksi wilayah berbasis pakta integritas kepemimpinan serta pelembagaan kontrol sosial melalui Peraturan Desa (Perdes) P4GN.