Kecemasan matematika dan self-efficacy merupakan faktor afektif yang dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam memahami materi Kalkulus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecemasan matematika dan self-efficacy dengan prestasi belajar Kalkulus pada mahasiswa Program Studi Teknik Informatika. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif yang memanfaatkan rancangan ex post facto. Penelitian melibatkan 53 mahasiswa semester tiga yang tengah menjalani perkuliahan Kalkulus serta telah melalui proses Ujian Tengah Semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner kecemasan matematika dan kuesioner Self-efficacy berbasis skala Likert, serta nilai Ujian Tengah Semester sebagai indikator prestasi belajar. Analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji korelasi Pearson dan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa kecemasan matematika berhubungan negatif signifikan dengan prestasi belajar (r = –0.781, p = 0.000), sedangkan self-efficacy berhubungan positif signifikan dengan hasil belajar (r=0.762, p=0.000). Secara simultan, kedua variabel terbukti memiliki dampak signifikan terhadap prestasi belajar Kalkulus (F = 48.112; p = 0.000, R² = 0.658). Temuan ini menunjukkan bahwa aspek afektif perlu diperhatikan dalam pembelajaran Kalkulus khususnya pada mahasiswa Teknik Informatika, sehingga strategi pengajaran yang mampu mengurangi rasa cemas serta memperkuat self-efficacy perlu diintegrasikan dalam proses perkuliahan.
Copyrights © 2025