Indonesia menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah rumah tangga, dengan 50,8% timbunan sampah nasional berasal dari limbah organik rumah tangga. Penumpukan sampah organik yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan mencemari lingkungan. Salah satu upaya pengolahan yang inovatif adalah mengubah limbah organik menjadi produk eco-enzyme yang digunakan sebagai bahan dasar sabun cuci tangan ramah lingkungan. Di Desa sidorejo hingga saat ini belum terdapat kegiatan pelatihan terkait pengelolaan limbah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengolah limbah organik menjadi sabun eco-enzyme, serta membuka peluang usaha mandiri berbasis produk ekologis. Metode pelatihan meliputi pre-test, penyampaian materi, praktik pembuatan sabun, dan post-test menggunakan Google Form. Kegiatan diikuti oleh 18 peserta dengan pendampingan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 73,67% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test, serta tingkat kepuasan peserta berada pada kategori tinggi. Pelatihan ini efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka potensi usaha rumahan berbasis produk alami.
Copyrights © 2025