Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, untuk mengatasi melimpahnya limbah peternakan sapi yang belum dimanfaatkan dan kelangkaan energi serta pupuk kimia. Kebaharuan dalam program ini terletak pada penerapan model biogas fixed dome yang dimodifikasi pada saluran masukannya di mana proses pemasukan bahan baku kotoran sapi terintegrasi dengan proses pembersihan kendang yang dilakukan. Digester tidak hanya menghasilkan energi untuk rumah tangga tetapi juga memproduksi bioslurry siap pakai sebagai pupuk organik bernilai ekonomi. Metode kegiatan meliputi identifikasi masalah, pembangunan dua unit instalasi biogas, pelatihan teknis operasional, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan adalah Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq dengan potensi limbah ±1,5 ton/hari. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 46,41 menjadi 92,05 dan keterampilan operasional meningkat 100%. Dampak yang dicapai meliputi pengurangan pencemaran kandang, kemandirian energi, serta penghematan ekonomi sebesar ±Rp150.000/bulan/rumah dari pengurangan konsumsi LPG, serta peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan bioslurry.
Copyrights © 2025