Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan penggunaan mesin pencacah kotoran sapi dalam proses pembuatan pupuk organik di Desa Sesait Huda, Ahmad Akromul; Wirawan, Made; Sinarep, Sinarep; Setyawan, Paryanto Dwi; Pandiatmi, Pandri; Syahrul, Ahmad Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33449

Abstract

Abstrak Desa Sesait menghadapi permasalahan pengelolaan limbah peternakan, khususnya kotoran sapi yang berpotensi mencemari lingkungan serta belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra, yakni Kelompok Tani Ingin Maju, dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik menggunakan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, dengan evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 52% dengan nilai rata-rata 91,50 dan keterampilan peserta yang mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknis masyarakat, efisiensi proses pembuatan pupuk organik, serta membuka peluang diversifikasi usaha pertanian. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah lokal. Kata kunci: limbah peternakan; pupuk organik; mesin pencacah; pelatihan. Abstract Desa Sesait menghadapi permasalahan pengelolaan limbah peternakan, khususnya kotoran sapi yang berpotensi mencemari lingkungan serta belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra, yakni Kelompok Tani Ingin Maju, dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik menggunakan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, dengan evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 52% dengan nilai rata-rata 91,50 dan keterampilan peserta yang mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknis masyarakat, efisiensi proses pembuatan pupuk organik, serta membuka peluang diversifikasi usaha pertanian. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah lokal. Keywords: livestock waste; organic fertilizer; chopping machine; training.
The Pelatihan Pengoperasian Dan Perawatan Biogas Berbasis Limbah Peternakan Di Desa Sesait Kabupaten Lombok Utara ahmad, Ahmad Akromul Huda; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Padang, Yesung Allo; Syahrul, Ahmad Ibrahim; Farhani, Naflah; Nizam, Muh. Safrizul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.389

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, untuk mengatasi melimpahnya limbah peternakan sapi yang belum dimanfaatkan dan kelangkaan energi serta pupuk kimia. Kebaharuan dalam program ini terletak pada penerapan model biogas fixed dome yang dimodifikasi pada saluran masukannya di mana proses pemasukan bahan baku kotoran sapi terintegrasi dengan proses pembersihan kendang yang dilakukan. Digester tidak hanya menghasilkan energi untuk rumah tangga tetapi juga memproduksi bioslurry siap pakai sebagai pupuk organik bernilai ekonomi. Metode kegiatan meliputi identifikasi masalah, pembangunan dua unit instalasi biogas, pelatihan teknis operasional, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan adalah Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq dengan potensi limbah ±1,5 ton/hari. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 46,41 menjadi 92,05 dan keterampilan operasional meningkat 100%. Dampak yang dicapai meliputi pengurangan pencemaran kandang, kemandirian energi, serta penghematan ekonomi sebesar ±Rp150.000/bulan/rumah dari pengurangan konsumsi LPG, serta peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan bioslurry.