Desa Tempos memiliki potensi alam sebagai desa pertanian, Secara alamiah desa tersebut telah memiliki kekuatan tinggi pada kualitas tanah, cadangan air dan pemasaran secara konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menemukan bahwa permasalahan pengembangan desa pertanian di masa depan adalah pada rendahnya partisipasi anak muda pada pekerjaan pertanian, aplikasi teknologi dan pemasaran serta kualitas kesehatan produk yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang didukung dengan analisis SWOT dan penggambaran ke dalam kuadran untuk mendapatkan strategi penyelesaian masalah. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai faktor internal yang lebih tinggi daripada faktor eksternal. Posisi kondisi saat ini adalah pada kuadran 2, di mana strategi yang dibutuhkan adalah diversifikasi, terutama pada kemasan dan strategi pemasaran. Pada masa depan disarankan agar aktor target yaitu pemuda petani hidroponik mendapatkan pelatihan Internet of Things (IoT) yang berhubungan dengan irigasi tetes digital
Copyrights © 2026