Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi aksesibilitas menuju destinasi pariwisata di Pulau Sumba yang notabene menjadi kawasan destinasi wisata prioritas di Indonesia. Untuk mengidentifikasi aksesibilitas pada penelitian ini, menggunakan alat analisis space syntax dengan menggunakan software depthmapx. Data dikumpulkan dengan metode sekunder dengan memanfaatkan data publikasi dari berbagai instansi dan meminta data pada instansi yang ada di Provinsi NTT. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Sumba Timur memiliki infrastruktur transportasi yang paling lengkap dengan adanya 2 terminal angkutan umum, 1 bandara dan 2 pelabuhan. Dari aspek kelengkapan infrastruktur transportasi di Pulau Sumba teridentifikasi kelemahan minimnya infrastruktur angkutan umum diluar Kabupaten Sumba Timur. Dari hasil analisis aksesibilitas jaringan jalan menggunakan space syntax, diketahui bahwa terdapat 43,4% berada pada aksesibilitas tinggi dan 56,6% berada di aksesibilitas sedang dan aksesibilitas rendah. Secara regional, Kabupaten Sumba Timur yang memiliki infrastruktur transportasi yang relatif lebih lengkap, menjadi Kabupaten di Pulau Sumba yang memiliki jaringan jalan dengan aksesibilitas rendah terbesar di Pulau Sumba, yakni 2.120,09 kilometer. Hal ini harus menjadi perhatian dikarenakan jumlah wisatawan terbesar yang ada di Pulau Sumba ada di Kabupaten Sumba timur.
Copyrights © 2025