Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS SIMULASI MONTE CARLO DALAM ESTIMASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN TANGKAP KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK Endarwati, Maria Christina; Reza, Mohammad; Naila, Fardiah Qonita Ummi
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v7i1.2776

Abstract

Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis pengembangan Minapolitan Kabupaten Trenggalek, baik dalam aspek Perikanan tangkap ataupun budidaya menurut Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila. Sebagaimana yang diketahui bahwa kawasan minapolitan merupakan wilayah yang berkembang karena sistem dan usaha minabisnis sehingga mampu melayani, mendorong, menarik ataupun menghela pembangunan perikanan melalui minabisnis di wilayah sekitarnya, dengan kriteria utama yaitu kapasitas sebagai sentra produksi, pengolahan, dan/atau pemasaran dan kegiatan usaha yang dapat diukur dari tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan. Karenanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi pengembangan Kawasan Minapolitan Kecamatan Munjungan melalui analisis risiko perikanan tangkap Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN INDEKS KERAPATAN VEGETASI DAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP PENINGKATAN SUHU PERMUKAAN DI KOTA BATU Naila, Fardiah Qonita Ummi
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/w8rf1e14

Abstract

Evaluasi komprehensif hubungan antara vegetasi dan suhu permukaan di Kota Batu  disajikan dengan menggunakan analisa korelasi, dari hasil analisa ditemukan adanya korelasi  antara suhu permukaan tanah dan perubahan indeks kerapatan vegetasi yang kuat pada  kesuluruhan wilayah di Kota Batu, dimana penurunan indeks vegetasi yang terjadi di Kota  Batu mempengaruhi kenaikan suhu. Penelitian ini memberikan panduan praktis guna  menyelidiki dampak peningkatan aktivitas pariwisata terhadap kenaikan suhu di Kota Batu  pada kurun waktu Tahun 2016 - Tahun 2018 - Tahun 2020 - Tahun 2022 dengan  menggunakan analisa korelasi suhu permukaan tanah - perubahan indeks kerapatan vegetasi menggunakan sensor satelit landsat pada Tahun 2016 - Tahun 2018 - Tahun 2020 - Tahun 2022.
Tinjauan Aksesibilitas Menuju Destinasi Pariwisata di Pulau Sumba, Indonesia Menggunakan Space Syntax Analysis Dinan, Rois; Naila, Fardiah Qonita Ummi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2025): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v8i2.3579

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi aksesibilitas menuju destinasi pariwisata di Pulau Sumba yang notabene menjadi kawasan destinasi wisata prioritas di Indonesia. Untuk mengidentifikasi aksesibilitas pada penelitian ini, menggunakan alat analisis space syntax dengan menggunakan software depthmapx. Data dikumpulkan dengan metode sekunder dengan memanfaatkan data publikasi dari berbagai instansi dan meminta data pada instansi yang ada di Provinsi NTT. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Sumba Timur memiliki infrastruktur transportasi yang paling lengkap dengan adanya 2 terminal angkutan umum, 1 bandara dan 2 pelabuhan. Dari aspek kelengkapan infrastruktur transportasi di Pulau Sumba teridentifikasi kelemahan minimnya infrastruktur angkutan umum diluar Kabupaten Sumba Timur. Dari hasil analisis aksesibilitas jaringan jalan menggunakan space syntax, diketahui bahwa terdapat 43,4% berada pada aksesibilitas tinggi dan 56,6% berada di aksesibilitas sedang dan aksesibilitas rendah. Secara regional, Kabupaten Sumba Timur yang memiliki infrastruktur transportasi yang relatif lebih lengkap, menjadi Kabupaten di Pulau Sumba yang memiliki jaringan jalan dengan aksesibilitas rendah terbesar di Pulau Sumba, yakni 2.120,09 kilometer. Hal ini harus menjadi perhatian dikarenakan jumlah wisatawan terbesar yang ada di Pulau Sumba ada di Kabupaten Sumba timur.