Baterai mengandung batang karbon yang dapat didaur ulang menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan efisien. Batang karbon yang didapat dari limbah baterai dapat diolah menjadi graphene oksida (GO) atau graphene oxide tereduksi (rGO). Bahan-bahan ini merupakan bahan yang sangat efektif untuk pembuatan produk bernilai tinggi, khususnya elektronik. GO merupakan hasil oksidasi grafit dengan penambahan oksigen, yang memutus sebagian ikatan van der Wall dan mengurangi ketebalan sampel. Di sisi lain, rGO adalah hasil reduksi oksigen dari GO, dan gugus fungsi pada bidang GO, yaitu oksigen, dihilangkan dan konduktivitas listrik meningkat dari 340/Ωcm menjadi 550/Ωcm. Pada penelitian ini, rGO dimanfaatkan sebagai penyerap kelembaban yang digunakan pada pembangkit listrik berbasis kelembaban (MEG). Untuk memaksimalkan penyerapan kelembaban rGO diberikan campuran senyawa higroskopis yaitu PVA. Dalam menganalisis tegangan yang dihasilkan dari MEG, dilakukan 3 jenis campuran antara rGO dengan PVA dengan perbandingan konsentrasi berturut-turut yaitu 25:75; 50:50; dan 75:25. Rata-rata nilai hasil keluaran tegangan yang didapatkan dari ketiga jenis percobaan tersebut adalah 4,26 V, 4,45 V, dan 4,69 V. Dari percobaan yang dilakukan, didapatkan bahwa perbandingan konsentrasi antara rGO dengan PVA yang menghasilkan keluaran tegangan optimal adalah 50:50.
Copyrights © 2025