Indonesia sebagai poros maritim dunia memegang peranan strategis dalam transportasi laut yang menghubungkan wilayah kepulauan. Namun, pelaku usaha dan penyedia jasa pendukung angkutan perairan di Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menghadapi tantangan pengelolaan usaha tradisional dengan pencatatan manual yang kurang terstruktur, meningkatkan risiko operasional dan menghambat akses permodalan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan Sistem Manajemen Usaha (SMU) berbasis risiko yang mengacu pada standar internasional ISO 9001:2015 dan ISO 31000:2018, guna meningkatkan efektivitas dan daya saing pelaku usaha. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan interaktif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi lapangan sebagai dasar pengembangan modul, diikuti sosialisasi tatap muka dan evaluasi menggunakan pre-test/post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 10,4%, dengan peningkatan signifikan pada aspek kepatuhan regulasi. Peserta menunjukkan motivasi tinggi untuk menerapkan SMU dalam aktivitas usaha sehari-hari. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas manajerial pelaku usaha dan mendukung transformasi sistem manajemen yang professional dan akuntabel. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah diperlukan untuk memastikan implementasi SMU yang efektif dan berkelanjutan di sektor transportasi perairan.
Copyrights © 2026