Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu menyusun modul ajar yang selaras dengan standar kurikulum serta responsif terhadap keberagaman karakteristik dan latar belakang budaya peserta didik. Namun, hasil observasi awal di SMK Lingga Kencana Parung Bingung Depok menunjukkan bahwa guru masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun modul ajar yang komprehensif dan mengintegrasikan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar berbasis CRT yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pelatihan konseptual melalui ceramah interaktif, workshop praktis penyusunan modul ajar berbasis CRT, serta pendampingan intensif untuk memfinalisasi modul ajar yang dikembangkan peserta. Kegiatan ini melibatkan 19 guru dari tiga kompetensi keahlian, dengan 15 peserta mengikuti pretes dan postes secara lengkap. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pretes–postes untuk mengukur peningkatan pengetahuan guru serta angket untuk mengetahui respons peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru dengan nilai n-gain sebesar 0,56 (kategori sedang), serta peningkatan persentase guru yang mencapai skor pemahaman ≥ 75 dari 53,33% sebelum kegiatan menjadi 86,67% setelah kegiatan. Respons peserta terhadap materi, metode, dan narasumber menunjukkan penilaian positif, meskipun masih terdapat tantangan dalam penerapan CRT secara praktis di kelas. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru dalam pengembangan modul ajar yang inklusif, kontekstual, dan responsif terhadap keberagaman budaya siswa, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026