Limbah anorganik, merupakan sisa buangan yang berasal dari bahan-bahan non-hayati, sulit terurai secara alami oleh mikroorganisme, dan umumnya merupakan hasil dari proses teknologi atau pengolahan bahan tambang. Limbah tersebut sulit terurai, membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terurai. Sumbernya bukan dari makhluk hidup atau proses biologis, melainkan dari bahan sintetis atau hasil ekstraksi sumber daya alam tak terbarukan. Sifatnya yang persisten dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara, serta merusak ekosistem. Limbah non-organik dapat berupa limbah lunak atau keras. Contoh umum yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah; botol plastik, kantong plastik, gelas plastik, dan sedotan plastik, kaleng aluminium, kaleng baja, dan benda-benda logam lainnya. Limbah anorganik bersifat sulit terurai, pengelolaan limbah anorganik sangat penting. Pendekatan yang paling efektif melibatkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Hasil pengumpulan oleh ibu-ibu RT dijual ke pengepul dengan harga standard. Sehingga hasil penjualan menambah kas. Kas tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, piknik.
Copyrights © 2025