Penelitian ini mengkaji konsep pendidikan karakter Thomas Lickona dan konsep ta’dīb Syed Muhammad Naquib Al-Attas melalui studi komparatif yang dianalisis dengan dialektika Hegel. Lickona menekankan pembentukan karakter melalui pengetahuan, sikap, dan tindakan moral, sedangkan Al-Attas menempatkan adab dan kesadaran spiritual sebagai inti pendidikan serta mengkritik sekularisasi. Melalui proses tesis–antitesis, keduanya menghasilkan sintesis “pendidikan karakter beradab” yang memadukan moralitas rasional dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan titik temu pada pembiasaan moral dan keteladanan, dengan perbedaan pada dasar epistemologis dan orientasi nilai.
Copyrights © 2025