Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru Akidah Akhlak dalam menguatkan resiliensi siswa dengan latar belakang keluarga broken home di MTsN 4 Cilacap. Resiliensi dipahami sebagai kemampuan siswa untuk bertahan, bangkit, dan beradaptasi secara positif dalam menghadapi tekanan emosional dan psikologis akibat kondisi keluarga yang tidak utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Akidah Akhlak, siswa dengan latar belakang keluarga broken home, serta orang tua siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Akidah Akhlak dilakukan melalui pemberian motivasi spiritual, pembiasaan nilai-nilai keagamaan, keteladanan akhlak, pendampingan emosional, serta penanaman sikap tanggung jawab dan komitmen belajar. Upaya tersebut berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, pengendalian diri, ketenangan emosional, dan komitmen siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu pendampingan dan kompleksitas permasalahan keluarga siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam membangun resiliensi siswa broken home melalui pendekatan edukatif dan spiritual yang terintegrasi.
Copyrights © 2025