Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi model problem based learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP). Fokusnya adalah bagaimana model problem based learning itu diimplementasikan pada pembelajaran PAI-BP dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian waka kurikulum, waka kesiswaan, guru PAI-BP, dan siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menguji keabsahan data menggunakan Teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memerlukan tiga tahapan untuk menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Pertama, perencanaan adalah langkah pertama. Ini termasuk menyusun modul terbuka, membuat LKPD yang berbasis masalah, dan menemukan alat penilaian. Kedua, tahapan pelaksanaan, yang terdiri dari lima langkah atau protokol pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah. Ketiga, fase evaluasi. Ini mencakup evaluasi proses pembelajaran dan hasil belajar serta evaluasi guru dan siswa. Beberapa faktor seperti kurikulum, kompetensi dan kesiapan guru, sarana prasarana, antusiasme dan keaktifan siswa, dan penggunaan LKPD, memastikan keberhasilan model pembelajaran berbasis masalah ini. Beberapa faktor yang menghambat pelaksanaannya antara lain keterbatasan waktu, variasi kemampuan akademik siswa, kesiapan siswa yang tidak seragam, dan kendala teknis pengelompokan.
Copyrights © 2025