Penelitian ini mengkaji peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan kesadaran sosial siswa kelas X di SMA Negeri 1 Bukateja, Purbalingga, Indonesia. Di tengah kemajuan teknologi dan tantangan emosional remaja, kesadaran sosial menjadi faktor krusial bagi stabilitas afektif, empati antarmanusia, dan harmoni masyarakat. PAI, sebagai komponen wajib kurikulum berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional, mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti solidaritas, keadilan, dan kasih saying untuk membentuk perilaku prososial melebihi pengetahuan doktrinal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan guru PAI, siswa, konselor, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen. Triangulasi data menjamin validitas, dengan analisis tematik mengungkap peran guru yang multifaset: pendidik penyampai ajaran kontekstual, teladan akhlak mulia, motivator naratif inspiratif, dan fasilitator pembelajaran partisipatif. Strategi utama mencakup pembiasaan (misalnya infaq Jumat, dana taziah, bantuan bencana), diskusi interaktif menghubungkan prinsip Al-Qur'an dengan isu kontemporer, inspirasi video, serta rutinitas keagamaan tutor sebaya seperti pembacaan Asmaul Husna dan khatam Quran. Pendekatan ini berhasil meningkatkan empati, toleransi, dan partisipasi komunitas siswa, dibuktikan perbaikan perilaku moral dan keterlibatan sekolah. Faktor pendukung meliputi budaya sekolah kondusif dan kolaborasi dengan guru PAI serta BK, sementara penghambat mencakup motivasi intrinsik rendah dan pengaruh keluarga. Temuan ini memperkuat potensi transformasional PAI dalam pendidikan karakter, dengan rekomendasi pedagogi inovatif, kemitraan sekolah-keluarga, dan pengembangan profesional guru. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis pada kerangka pembelajaran sosial-emosional dan praktis dalam optimalisasi PAI untuk pengembangan siswa holistik, dengan implikasi bagi pendidikan inklusif bernilai di masyarakat beragam.
Copyrights © 2025