Ketahanan organisasi menjadi isu penting di tengah dinamika perubahan dan ketidakpastian lingkungan kerja, namun ketersediaan alat ukur Organizational Resilience yang tervalidasi secara psikometrik dalam konteks budaya Indonesia masih terbatas. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi organisasi dalam melakukan asesmen ketahanan secara akurat dan berbasis bukti empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menguji alat ukur Organizational Resilience pada karyawan dengan melibatkan dimensi Adaptive Capacity, Anticipatory Capacity, dan Situational Awareness. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex-post facto, melibatkan 235 responden yang merupakan tenaga kependidikan dan dosen di Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Organizational Resilience memiliki nilai Cronbach’s α sebesar 0.886, menandakan reliabilitas yang sangat baik. Namun, dimensi Situational Awareness memiliki nilai 0.656, yang menunjukkan perlunya perhatian lebih untuk meningkatkan akurasi dan keandalannya. Analisis butir menunjukkan mayoritas butir memiliki karakteristik yang baik, dengan rata-rata penilaian positif dari responden. Validitas konstruk yang diuji menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan bahwa model yang digunakan memenuhi kriteria goodness of fit. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan instrumen pengukuran ketahanan organisasi, serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks budaya organisasi di Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mendukung ketahanan, organisasi dapat meningkatkan efektivitas dalam rekrutmen dan pengembangan talenta berbakat.
Copyrights © 2026