Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman mengenai kebermaknaan hidup pada penyintas bunuh diri, yang merupakan elemen penting dalam menjaga kesejahteraan mental mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna hidup para penyintas bunuh diri, memahami pengalaman awal mereka sebelum memutuskan bunuh diri, serta pengalaman yang membuat mereka memutuskan untuk melanjutkan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana wawancara mendalam dilakukan terhadap empat partisipan yang merupakan penyintas bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing partisipan menemukan makna hidup melalui pengalaman unik mereka. Partisipan 1 menemukan makna hidup melalui refleksi terhadap ajaran agama setelah percobaan bunuh diri yang gagal. Partisipan 2 menemukan makna hidup dalam kegiatan sehari-hari seperti merawat kucing dan membantu keluarga. Partisipan 3 menyadari pentingnya hidup setelah melihat dampak negatif bunuh diri terhadap orang lain. Partisipan 4 menemukan inspirasi dan kekuatan dari orang lain yang dianggap lebih kuat. Kesimpulannya, kebermaknaan hidup sangat bervariasi antar individu dan merupakan faktor penting dalam pencegahan bunuh diri serta pengembangan intervensi psikologis yang efektif untuk mendukung kesejahteraan mental dan emosional. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan dan pemahaman yang lebih dalam tentang makna hidup dalam upaya pencegahan bunuh diri dan peningkatan kualitas hidup penyintas bunuh diri.
Copyrights © 2026