Cinta kasih merupakan nilai sentral yang menjadi dasar atau landasan kehidupan umat beriman Kristiani. Cinta kasih yang diajarkan oleh Yesus, yaitu kasih yang tulus dan tanpa syarat yang ditujukan kepada Allah dan manusia adalah hukum yang pertama dan utama, juga inti dari spiritualitas Yesus yang hendaknya dihayati oleh umat beriman Kristiani. Dalam Injil Markus 12:28-34, Yesus mengajarkan bahwa mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri, merupakan dua perintah inti dan terbesar yang mencakup seluruh hukum Taurat. Konflik dalam komunitas, kegagalan beramal kasih, diskriminasi dan eksklusivisme, serta kurangnya empati dan pengertian merupakan masalah-masalah yang terjadi di dalam komunitas umat basis, akibat dari kurangnya pemahaman dan penghayatan hukum kasih. Penelitian ini menggagaskan sebuah solusi berbasis teks Markus 12:28-3, dengan mengkaji relevansi dari hukum kasih sebagai hukum pertama dan utama. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan, dengan pendekatan analisis eksegesis-hermeneutik serta analisis deskriptif. Penelitian ini mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung dalam ajaran kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, serta implikasinya bagi kehidupan komunitas Kristen masa kini, dengan tujuan utama yaitu agar terciptanya lingkungan yang inklusif, penuh dukungan, dan saling memperhatikan antaranggota komunitas. Hasil penelitian bermuara pada relevansi ajaran Yesus dalam teks Markus 12:28-34 untuk menjawabi tantangan sosial dan spiritual yang dihadapi oleh komunitas umat basis masa kini. Dengan demikian spirit cinta kasih Yesus dapat menjadi dasar yang kokoh untuk memperkuat kohesi dan solidaritas dalam komunitas umat basis.
Copyrights © 2025