Makassar sebagai kota metropolitan mengalami tantangan keselamatan transportasi perkotaan. Artikel ini mengkaji penerapan prinsip dasar keselamatan dalam perencanaan sistem transportasi Kota Makassar. Berbasis literatur dan data primer, penelitian mengusulkan integrasi desain jalan “complete streets”, traffic calming, serta pendekatan context‑sensitive planning. Analisis SWOT terhadap moda transportasi lokal (angkutan umum, online, bemor, transportasi perairan) digunakan untuk menguji hipotesis bahwa penerapan prinsip keselamatan akan menurunkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan pengguna. Hasil memperlihatkan bahwa penerapan traffic calming dan jalur hijau pejalan mengurangi potensi konflik kendaraan‑pejalan, sedangkan integrasi moda transportasi perairan dan desain konteks‑sensitif meningkatkan aksesibilitas dan meminimalkan konflik moda. Kesimpulannya, perencanaan kota yang mengedepankan keselamatan melalui prinsip desain inklusif sangat penting bagi Makassar.
Copyrights © 2025